Catatan : Iya, gue tau ini geje dan kepanjangan. Jadi terserah kalian mau nyebut ini cerpen atau novelet atau apa ajalah, tapi tetep aja gue bilang kalau ini cerpen. Selamat membaca aja deh!
Aku suka jika hujan turun. Karena aku selalu
ingat, ketika hujan turun aku bisa menghabiskan waktu hingga dua jam hanya
berdua denganmu saja.
Aku ingat, ketika hujan turun, kau selalu
menunggu jemputanmu tiba, begitu juga denganku. Entah kenapa, jemputanku dan
jemputanmu selalu datang paling akhir dibanding anak-anak lain.
Saat kita menunggu bersama, seringkali hujan
turun. Aku tahu betul kebiasaanmu ketika hujan turun. Kau hampir selalu
menengadahkan kedua tanganmu di bawah tetesan air dari atap sekolah. Lalu kau
akan usil mencipratkannya padaku, dan jika aku membalasmu kau selalu saja
ngambek.
Atau, kau selalu menyobek halaman tengah
buku tulismu. Lalu melipat kertas itu hingga membentu perahu. Lalu kau
menghanyutkannya pada selokan di depan kita. Ka uterus menatap perahu itu
berlayar hingga menghilang dari hadapan kita.
Aku suka jika hujan turun. Karena sering
kali ketika kau mengerjakan tugas di rumahku yang hanya berjarak empat rumah
dengan rumahmu, hujan sering kali turun, menghambat kepulanganmu. Saat itu lah
kau lebih banyak mengeluarkan suaramu dibanding saat di sekolah. Kau ceritakan
segala hal padaku. Dan saat itulah aku semakin mengenal dirimu.

