Untuk.. Ayahku Ayah.. Ketika orang lain bangga dan mengatakan bahwa ayah mereka adalah laki-laki terhebat di dunia ini, maka ...

Pesan Tak Terucap

By | Sabtu, November 02, 2013 Leave a Comment
Untuk..
Ayahku


Ayah..
Ketika orang lain bangga dan mengatakan bahwa ayah mereka adalah laki-laki terhebat di dunia ini, maka aku juga akan mengatakan hal yang sama seperti mereka. Namun, mereka mengatakan bahwa ayah mereka adalah laki-laki yang terhebat karena ayah mereka adalah ayah mereka, sedangkan aku mengatakan bahwa ayahku adalah laki-laki terhebat yang ada di dunia ini bukan karena aku mengingat statusmu sebagai ayahku, namun predikat laki-laki terhebat di dunia ini ku rasa memang sudah selayaknya diberikan untukmu.


Ayah…
Ketika orang lain menagatakan bahwa ayah mereka adalah ayah yang terhebat karena ayah mereka ke-ayahan. Maka aku akan menagatakan bahwa ayahku adalah ayah yang terhebat karena ayahku adalah ayah yang sanggup menjadi seorang laki-laki yang keayahan namun juga keibuan.

Ayah, kau bukan hanya mampu menjadi ayahku. Namun kau juga mampu menjadi ibuku. Kau merawatku dan mendidikku dengan cara seorang ayah. Namun kau juga merawatku dan mendidikku dengan cara seorang ibu.

Ayah..
Ketika teman-temanku mulai mampu menjadi seorang gadis yang lemah lembut, dan bila ditanya siapa yang membuat mereka menjadi seperti itu maka mereka akan menjawab bahwa ibu mereka lah yang memiliki peran seperti itu,

Ketika teman-temanku mulai mampu menjadi laki-laki tangguh, dan bila mereka ditanya siapa yang membuat mereka menjadi seperti itu maka mereka akan menjawab bahwa ayah mereka lah yang memiliki peran dibalik itu.

Maka, ketika orang lain bertanya, siapa yang mengajarkanku kelemah lembutan dan siapa yang mengajarkanku agar menjadi manusia tangguh, maka aku akan menjawab bahwa semua itu diajarkan oleh ayahku,

Ayah
Ketika teman-temanku bersyukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada Tuhan karena mereka diberikan orangtua yang begitu baik dan selalu menuruti kemauan mereka. Maka aku sangat bersyukur dan berterimakasih pada Tuhan  karena dilahirkan sebagai anakmu. Meski kau tak selalu menuruti apa yang ku mau dan ku minta.

Ketika teman-temanku mengatakan “Aku nggak bisa ikut main, soalnya ada les.” “Aku pulang dulu ya, soalnya ada kursus.” Maka aku mengatakan “Aku pulang dulu ya, soalnya mau belajar sama Ayahku.”
Ketika teman-temanku ingin bisa ini dan itu lalu mereka merengek kepada orangtua mereka untuk diikutkan les. Aku tak perlu melakukan apa yang mereka lakukan, karena aku cukup memintamu mengajarkanku sesuatu yang ingin ku pelajari, maka kau akan mengajarkannya padaku,

Ayah..
Ketika teman-temanku mengatakan bahwa aku mampu berbahasa inggris dengan baik, bahwa memiliki bakat acting, bahwa aku berpikiran dewasa, bahwa aku cukup bagus dalam bermain musik, dan ketika mereka bertanya “Kamu les bahasa inggris dimana?” maka aku menjawab “Ayahku.” Mereka bertanya lagi “Kamu kursus musik dimana?” Maka aku menjawab “Ayahku” Dan ketika mereka bertanya “Kamu belajar acting sama siapa?” Maka untuk kesekian kalinya aku menjawab “Ayahku.”

Ayah..
Ketika teman-temanku mengeluhkan kakak laki-laki mereka yang menyebalkan, atau mereka mengeluhkan nasib mereka sebagai anak pertama dan tak memilki kakak, dan ketika mereka mengeluhkan kakak perempuan mereka. Maka aku sangat bersyukur kepada Tuhan, karena meski aku hanya memiliki kakak perempuan, aku selalu merasa memiliki kakak perempuan dan laki-laki, hal itu ku rasakan karena adanya dirimu di dalam hariku.

Ayah..
Ketika teman-temanku mengatakan bahwa mereka selalu mecurahkan perasaan mereka kepada ibunya, atau ketika mereka mengeluh karena orangtua mereka, baik ayah atau ibu mereka tak mampu menjadi tempat mencurahkan perasaan. Atau ketika mereka mengatakan mereka memiliki orangtua yang mau mendengarkan keluh kesah mereka namun orangtua mereka tak mengerti serta ikut merasakan apa eyang mereka rasakan. Dan ketika teman-temanku mengatakan bahwa ketika mereka mencurahkan perasaan mereka kepada orangtua mereka maka orangtua mereka tak pernah ada dipihak mereka. Aku selalu bersyukur memiliki ayah sepertimu.

Seorang ayah yang selalu mendengarkan keluh kesahku, seorang ayah yang mau mendengarkan ocehan anak gadisnya, seorang ayah yang selalu memberikan tanggapan dan solusi atas ocehan anaknya dengan bijak.

Ayah..
Ketika teman-temanku menagatakan padaku bahwa orangtua mereka menyebalkan. Karena ketika mereka membantu orangtua mereka, orangtua mereka hampir selalu menagatakan bahwa mereka sok rajin, acting atau ada maunya. Maka aku berterimakasih kepada Tuhan karena ketika aku membantumu kau selalu menagatakan “nah gitu, bantuin orangtua sih sesekali.”

Ketika teman-temanku mengatakan padaku bahwa orangtua mereka menyebalkan. Karena orangtua mereka selalu ngomel dan menyuruh mereka untuk menjadi anak yang rajin. Maka akubersyukur kepada Tuhan karena kau hampir selalu memintaku untuk menjadi anak yang rajin tanpa omelan.

Ayah..
Ketika anak-anak seumuranku selalu memikirkan hal yang berkaitan denga kesenangan. Aku mampu berpikir serius namun aku tetap mampu memikirkan kesenangan seperti teman-temanku.
Aku mampu berpikir dewasa tanpa meninggalkan pikiran remajaku.

Ketika teman-temanku tak mampu mengkritisi keadaan, maka aku mampu mengkritisi keadaan.
Ketika teman-temanku takut ditinggal di rumah sendirian hanya dalam 2 atau t3 hari. Maka aku merasa biasa saja ketika kau meninggalkanku di rumah sendirian dalam waktu 1 minggu.

Ayah..
Kau ajarkan aku kemandirian. Kau ajarkan aku tentang kasih sayang dan kesabaran. Kau buatku menjadi dewasa. Dan kau membuatku kuat untuk menghadapi hidup.

Ayah..
Ketika setiap hari kita bersama, ketika setiap waktu kita bertemu. Tak pernah ada kata “sayang” dari bibirku ini untukmu. Sekalipun aku tak pernah mengatakan padamu bahwa aku menyayangimu. Bahwa aku bangga padamu. Bahwa aku tak mau kehilanganmu.

Kaupun juga begitu. Kau tak pernah mengatakan bahwa kau menyayangiku, kau tak pernah mengatakan bahwa kau bahagia memiliki anak sepertiku.

Aku tak sanggup mengatakan bahwa aku meyayangimu karena aku merasa malu dan canggung. Dan aku rasa itu hal yang aneh.
Dan aku tahu, kau tak pernah mengatakan bahwa kau menyayngiku karena kasih sayangmu kau berikan dalam bentuk perbuatan dan sikapmu kepadaku bukan dari kata-kata yang keluar dari bibirmu.

Ayah..
Lewat surat ini, aku ingin mengatakan padamu, sesuatu yang belum pernah ku ucapkan sama sekali di hadapanmu,

Ayah…, Aku menyayangimu. Aku bangga padamu. Aku bersyukur memiliki ayah sepertimu. Aku adalah orang paling beruntung karena memiliki ayah sepertimu.

Ayah, kau adalah yang terbaik dan terhebat untukku. Kau tak akan pernah terganti dan tak akan pernah ada yang bisa menggantikanmu sebagai ayahku.

Dan sekali lagi aku ingin mengatakan,

AKU SANGAT MENYAYANGIMU



                                                                                                                               Dari Anakmu

           


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: