K iranya,sudah hampir setahun aku dan Ilham tidak pernah berkomunikasi lagi,sejak pertengkaran diantara kami berdua saat itu...

Kata Maaf

By | Sabtu, November 03, 2012 Leave a Comment
            Kiranya,sudah hampir setahun aku dan Ilham tidak pernah berkomunikasi lagi,sejak pertengkaran diantara kami berdua saat itu,21 Desember 2011.
            Aku tak tahu,apa kesalahanku yang membuatnya menjadi begitu marah denganku,yang ia lakukan saat itu hanya marah tanpa memberi tahuku penyebab kemarahannya.
            Jujur!Aku tak sanggup bila setiap hari bertemu Ilham di sekolah dan yang terjadi diantara kami bukan saling menyapa,tetapi saling bisu.Aku tak sanggup bila harus begini terus.
            Aku ingin minta maaf padanya,tapi aku tak tahu kapan aku harus minta maaf dengannya.Aku tak tahu bagaimana cara merangkai kata-kata agar ia mau memaafkanku.
            Tuhan..Sampai kapan harus terus seperti ini?Aku tak mau dinding kebisuan diantara aku dan Ilham terus berdiri kokoh.


                                                                        *****
            Hari ini seperti biasa,saat istirahat,aku,Jihan dan Gita pergi ke koperasi.Di koperasi biasanya kami bertemu dengan teman-teman lainnya seperti Ozy,Sani,Ferdi dan beberapa teman lainnya yang sering menghabiskan waktu istirahatnya di koperasi sekolah.
            “Hamida.” Ucap seseorang memanggil namaku.Aku menengok ke arah sumber suara,ku dapati Ozy tengah berdiri di hadapanku.
            “Kenapa?” Tanyaku
            “Kamu masih musuhan sama Ilham?”
            “Iya,emang kenapa?”
            “Kamu pengin minta maaf sama dia nggak?”
            “Penginnya sih,tapi nggak tahu kapan.”
            “Aku Tanya ke Ilham tentang kalian berdua.Dia ngomong kalau sebenarnya dia pengin minta maaf sama kamu,tapi dia malu.Gimana kalau kamu duluan yang minta maaf ?” Ucap Ozy tanpa melepaskan pandangannya dariku
            “Mmm…Ya…Mmmm..Insya Allah deh,kapan-kapan kalau aku berani minta maaf.He..he.” Ucapku ragu.
            Jika memang Ilham ingin minta maaf denganku tapi ia malu,itu tak apa,yang terpenting ia sudah berniat minta maaf denganku.Baiklah,jika ia malu,aku akan minta maaf duluan dengannya secepat mungkin.

                                                                        ****
            Hari ini,kubulatkan tekatku untuk minta maaf pada Ilham.Entah kenapa,perasaanku jadi tak karuan.Jantungku rasanya berdegub sangat kencang,perasaan cemas menghampiriku,rasanya aku takut sekali untuk minta maaf dengannya.
            Aku takut kalau Ilham tak mau memaafkanku.Aku takut,bila Ilham hanya diam sejuta bahasa saat aku minta maaf dengannya.Aku takut saat aku minta maaf nanti,aku malah jadi salting.Ah…Puluhan ketakutan menghampiriku.
            Ya Tuhan..Ku mohon,beri aku kekuatan untuk minta maaf pada cowok bertubuh cungkring itu.Aku mohon,buatlah ia mau memaafkanku,jadikan kami sebagai sahabat seperti dulu lagi.
                                                                        ****
            Selesai sholat ashar,anak-anak yang berada di dalam musholla berdzikir,lalu membaca doa penutup.Setelah seorang guru yang menjadi imam sholat mengucapkan salam,anak-anak segera menjawab salam itu,lalu tak sedikit anak yang buru-buru meninggalkan musholla.
            Aku dan Jihan masih berada di dalam musholla.Kami sedang Menunggu seseorang lewat di depan kami.
“Itu orangnya.” Ucap Jihan sambil menunjuk seorang cowok bertubuh cungkring.Ku lihat Ilham tengah berjalan bersama Ozy.
Perasaanku makin tak karuan,tubuhku bergetar,telapak tanganku mendadak menjadi basah karena keringat dingin yang keluar dari dalan tubuhku.
“Aku takut Han.” Ucapku pada Jihan.
“Nggak usah takut.Tu dia sudah hampir dekat,buruan disamperin.” Dengan ragu aku menghampiri Ilham yang berada pada beberapa meter saja dari tempatku semula.
“Ilham,aku mau minta maaf.” Ucapku tanpa basa-basi.Aku tak berani menatap kedua bola mata Ilham.Aku semakin deg-degan,apa yang akan ia katakan padaku?Napasku seolah terhenti sesaat.
“Aku juga minta maaf ya.” Ucapnya sambil tersenyum.
 “Kita jadi teman lagi kan?” Tanyanya padaku,aku mengangguk pelan sambil mencoba memberikan senyumku padanya,dia balas tersenyum
Ya Tuhan..Rasanya lega sekali.Setelah berbulan-bulan dinding permusuhan berdiri tegak diantara aku dan Ilham,akhirnya sore ini dinding itu runtuh juga.
Sore ini,Jumat 14 September 2011 adalah hari yang akan selalu ku kenang sebagai salah satu hari terindah yang pernah ku alami dalam sejarah hidupku.










Story By: ImaRosyi
Wonosobo Muhammadiyah Junior High School

      
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: