“ Cuma sebuah cerita fiksi yang nggak terlalu bagus,nggak juga jelek . Enjoy it all ”—ImaRosyi Satu yang ku damba Harapan jiwaku ...

Terlalu Indah

By | Sabtu, Agustus 25, 2012 Leave a Comment

Cuma sebuah cerita fiksi yang nggak terlalu bagus,nggak juga jelek.Enjoy it all”—ImaRosyi

Satu yang ku damba
Harapan jiwaku
Hadirnya dirimu
Datangnya bayangmu
Menyentuh jiwa ini,menghangatkan semua angan


       Bel tanda istirahat telah berbunyi beberapa meint yang lalu.Anak-anak tampak berhamburan disetiap sudut di sekolah.Ada yang beristirahat di kelas,di kantin,duduk-duduk di depan kelas,di perpustakaan,di koperasi,hingga di toilet.

       Seperti biasa,aku dan beberapa orang temanku sering menghabiskan waktu istirahat di koperasi.Membantu Mbak Lilis melayani anak-anak yang beli di koperasi.Selain membantu melayani anak-anak yang beli di koperasi,aku dan teman-temanku mencari ketenangan,mencari tempat yang nyaman buat nongkrong kami berempat

       Dari balik jendela koperasi,aku lihat cowok itu.Cowok berwajah cerah dan postur tubuh yang jauh lebih tinggi dari aku.Ku lihat dia sedang asyik ngobrol dengan teman-temannya.Sesekali ia tersenyum.Kalau dia sudah tersenyum,aku jadi ngrasa senang,karena bisa lihat senyum manisnya.


       Kalau teman-temanku sadar bahwa aku lagi lihatin cowok itu,mereka tinggal nggoda aku dengan suka cita dan tanpa merasa berdosa.Kalau ditanya teman-temanku aku sedang lihatin apa,aku aku menjawab kalau aku nggak lihatin cowok itu,kadang juga aku jujur kalau aku lagi lihatin cowok itu.

                                         ***
       Waktu istirahat kedua habis.Anak-anak segera berlari ke tempat wudhu untuk mengambil air wudhu,setelah itu melakukan sholat dzuhur berjama’ah.Hari ini aku dan Jihan lagi nggak sholat.Gita dan Hanna sudah menuju musholla sejak beberapa menit yang lalu.Aku dan Jihan masih di dalam koperasi.

       “Kamu nggak punya keinginan buat ngedeketin Jambul?” Tanya Jihan padaku.
       “Kalau pengin deket sih iya.Kalau ngedeketin sih..Nggak lah.” Jawabku santai.
       “nggak punya keinginan buat dapetin dia?” Tanya Jihan lagi
       “Gimana ya?Aku itu orangnya nggak berlebihan Han.Suka sama dia,habis itu bisa lihat dia saja sudah seneng,apalagi waktu dilirik dia,seneng banget.Kalau pengen banget dapetin dia,kayanya nggak deh.Bisa deket sama dia saja sudah Alhamdulillah.” Ucapku sambil menopang daguku dengan kedua tanganku.
       “Ya kamu sms apa gitu.”
       “Mau sms apa,aku saja bingung.”
       “Ya tanya apa gitu,basa-basi.”
       “Aku paling males kalau suruh sms yang nggak penting.SMS sebangsa tanya lagi apa,sudah makan belum dan lainnya.Lagian kalau aku sms dia terus dianya nggak bales,nyesek sendirikan.Lagian,bukannya dia cuek ya kalau sama cewek?Kayanya nggak mungkin banget sms aku dibales.Makanya,mendingan nggak usah sms dia sama sekali.” Ucapku panjang nggak pakai lebar.Jihan manggut-manggut.
       “Tinggal nunggu miracle aja,tiba-tiba dia SMS aku.Tapi kayanya kalau dia SMS aku kiamat deh.” Ucapku sambil menelan ludah.Jihan tersenyum padaku.

Apa yang ku cari
Hanyalah hasratku
Kepada dirimu
Seluruh hidupku
Berikan kepadaku setitik rasa itu

                                                ***
       Jambul—itu sebutan yang aku kasih ke cowok itu.Hanna,Gita dan Jihan,mereka bertiga jadi ikut-ikutan manggil cowok itu Jambul.Dan sekarang,jadi kebiasaan kami bertiga manggil dia Jambul.
       Aku ingat pertanyaan-pertanyaan Jihan tadi siang.Ngapain juga aku ngebet buat dapetin dia,kalau nggak dapet nanti malah kecewa sendiri,galau sepanjang tahun akhirnya.
       Aku bukan tipe cewek yang sangat menggebu-gebu buat dapetin cowok yang aku suka.Aku juga bukan tipe cewek yang gampang jealous kalau lihat cowok yang aku suka dekat sama cewek lain.Tapi,kalau aku tahu ada cewek lain yang suka sama cowok yang aku suka juga,lumayan jealous sih,tapi..Aku hadapi semua itu biasa aja,nggak berlebihan.

Aku mencoba ungkap rasa ini
Namun ku tak sanggup,tak mampu ku berbicara
Begitu berat untuk ku katakan,tak sanggup ku menatapmu
Terlalu indah bagiku

Siapa yang nggak pengin dekat sama seseorang yang kita suka?Bisa dekat sama Jambul,adalah mimpi tertinggi aku.Kalau hal itu terjadi,mungkin aku nggak akan berhenti bersyukur sama Tuhan.Boro-boro deket,sering sms sama dia aja udah Alhamdulillah.
       Tapi sayangnya semua itu nggak terjadi.Kenyataannya,sekalipun aku nggak pernah omong-omongan sama cowok berjambul itu.Bisa lihat wajahnya dan lihat dia tersenyum aja,aku udah senenh banget.Kadang,tpa sengaja,mataku dan matanya saling bertemu.Kalau hal itu terjadi,aku buru-buru mengalihkan pandanganku.Aku paling nggak kuat bertatap mata sama mahluk bernama COWOK.

Adakah berarti diriku bagimu
Akankah hatimu terbuka untukku
Dimana celah itu kan ku beri sinarku

Kebanyakan orang,pengin orang yang dia suka tahu apa yang dia rasakan sama orang itu.Tapi nggak denganku.Aku sama sekali nggak mau kalau cowok itu tahu bahwa aku suka sama dia.Karena aku nggak mau,kalau dia tahu aku suka sama dia,dia malah jadi menjauh dari aku.Penginnya dekat,nanti malah jadi jauh.
       Cukup menganguminya dalam hati.Cukup dengan memandang wajah dan melihatnya tersenyum,itu sudah bikin aku seneng.Biar aku,Tuhan,Jihan,Gita dan Hanna yang tahu apa yang aku rasakan ke cowok itu.Karena buat aku,bisa milikin dia adalah sesuatu yang sangat impossible.Dan aku selalu mencoba untuk nggak bermimpi memilikinya,agar aku nggak kecewa.Karena buat aku,dia itu terlalu indah.Cewek kaya kau,kayanya impossible banget dapetin cowok seindah Jambul.

Aku mencoba ungkap rasa ini                                                                                                    
Namunku tak sanggup,tak mampu ku berbicara
Begitu berat untukku katakan tak snaggupku menatapmu
Terlalu indah bagiku
Kata hatiku berharap
Kelak suatu saat nanti semua kan terjadi
                                                               
                                                                                                ****The End*****



Short Story By: Mu’allimah Rosyida (ImaRosyi)
              9thE,SMP Muhammadiyah 1 Wonosobo
To more stories,click: http://www.ima-rosyi.blogspot.com
 
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: