Demi Sahabat             Ria masih sibuk memilih novel,padahal kini dia...

Demi Sahabat

By | Sabtu, Agustus 25, 2012 Leave a Comment

                                                            Demi Sahabat

            Ria masih sibuk memilih novel,padahal kini dia tengah menggenggam tiga buah novel yang tadi ia pilih,membeli tiga buah novel saja tak cukup baginya.
            “Kak Ria” Seseorang memanggil namanya.Ia menengok ke arah sumber suara. “Mila” Ucap Ria,orang yang dipanggil ‘Mila’ olehnya tersenyum. “Sendirian aja?” Tanya Mila. “Iya nih,emang mau sama siapa?Orang sahabat dekatku aja udah diambil orang.” Ucap Ria
menggoda Mila dan seorang cowok yang bediri tepat disamping Mila.Mila tersenyum malu,cowok disebelahnya ikut tersenyum. “Aku ke sana dulu ya Kak,mau cari majalah.” Ucap Mila. “Iya,eh aku mau kalau dibeliin majalah.Waktu kalian jadiankan aku belum ditraktir,aku kan Mak Comblangnya kalian.” Ucap Ria sambil tersenyum lebar. “Haha,iya deh ntar aku beliin.” Ucap Mila juga tersenyum. “Ya udahlah aku ke sana dulu.Duluan ya Kak.” Ucap Mila. “Duluan ya Ri.” Tambah cowok tadi. “Iya-iya.”
            Ria memandang ke arah dua orang yang baru saja meninggalkannya.Ia menatap punggung ke dua orang tersebut. Pandangannya pandangan kecewa.Pandangan iri,pandangan tersakiti.

                                                                 ËËËËË

            “Ri,kamu mau bantuin aku nggak?” Tanya Heru pada Ria usai kegiatan extra basket. “Bantuin apa?” Tanya Ria balik sambil mengusap keringat di wajahnya. “Kamu teman dekatnya Mila kan?” Tanya Heru. “Iya,emang kenapa?” “Sudah dekat banget kan?Sejak kapan?” “sejak SMP,kenapa sih?” Heru diam beberapa detik. “Kamu mau bantu aku buat nembak Mila?” Tanya Heru serius,ia memandang Ria lekat.
            Pranggg..!!Seperti ada sesuatu yang pecah didalam tubuh Ria.Ria memandang Heru nanar,ia tak menjawab pertanyaan Heru. “Ri,mau kan?” Tanya Heru berharap.Ria membuang pandangan nanarnya.Ia menelan ludah dan menarik napas dalam dan menghembuskannya. “Oh,so pasti Her.Masa aku nggak mau bantuin Ketua Tim Basket SMA 18.Aku pasti bantu kok.” Ucap Ria tersenyum pahit. “Makasih ya Ri,makasih banget.Tapi kamu jangan bilang Mila dulu kalau aku mau nembak dia.” “Santai aja,kalau sama Ria semua rencana rahasia pasti nggak akan dibocorin.” “Haha,siipp deh.” Heru mengacak-acak rambut Ria.
ËËËËË
            Malam Minggu kelabu.Ria duduk di teras rumahnya,sambil memainkan gitar miliknya.Hanya ditemani langit malam yang tak berbulan dan berbintang,serta secangkir Goodday Carribean Nut.
            Galau,bimbang,senang,kecewa,menyesal.Semua rasa itu bercampur menjadi satu di dirinya.Ia mengingat kejadian tadi Siang sepulang sekolah,saat Heru menembak Mila.
            Ia ingat wajah Mila bersemu merah saat Heru nyatakan cinta.Ia ingat senyum lebar Heru dan kelakuan Heru untuk ungkapkan rasa senangnya saat Mila menerima cintanya.
            Tengah mengingat kejadian tadi siang.Cross milik Ria bergetar.Ia mengambil cross miliknya yang berada dalam saku celananya.Satu pesan masuk,ia membuka pesanitu.
                        From: Mila
                        Kk Riaaa..
                        Mlm ni aq sneng bgt
                        Kak Heru trnyata so sweet bgt lhoo
                        Y ampun kaak,aku sneng bgt,kak Heru
                        Ngrim sms yg sweet2x bgt J
                        Mksih y Kk Ria syang,klo bkn krn kk
                        Mngkin aku m kk heru g kan jadian
                        Mksih bgt mksiiiihhh :D
           
Ria tersenyum masam membaca sms dari Mila,ia coba menguatkan hatinya.Ia balas sms itu.

                        To: Mila

                        Iya mila ku syang sma”..jngn lupa
                        Upah bwt aku,Krn aku udh bkin
                        Klian ber 2 jdian..
                        Hehe J
                        Jngn cuekin aku lho tp..,mentang” udh
                        Da yg punya :P
           
Ria mencoba kuat,menahan perih yang ada dihatinya.Ia bahagia melihat sahabatnya bahagia,namun ia tak mampu pula menutupi rasa cemburunya.

            “Semuanya demi Mila.Kamu harus kuat Ria!!Kamu nggak boleh kaya gini!Kamu sering bilang sama diri kamu sendiri,bahwa sahabat itu lebih berharga dari pada pacar!Kamu sering bilang sama diri kamu sendiri bahwa kamu akan lebih rela lakuin apapun demi sahabatmu timbang pacarmu!!Riaa!!Ikhlasin  Heru,toh Heru cuma sohib kamu,nggak lebih dari itu!” Ria mulai meneteskan air matanya.Napasnya sesak,iya sesenggukan tak karuan.
            Malam Minggu yang benar-benar kelabu.Langit tak disinari oleh rembulanb dan bintang-bintang.Begitu pula hati Ria,tak ada yang menerangi.







Short Story By: Mu’allimah Rosyida (8.C)
©Copyrigth: ImaRosyi
This from my brain and my soul,not just copy-paste and not hijack ^_^
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar: